Sidang Sinode GMIT 2023 Resmi Ditutup, Ini Agendanya

Peserta sidang juga telah memilih pengurus baru untuk menggembalai seluruh jemaat GMIT selama empat tahun ke depan.
Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake menghadiri penutupan Sidang Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) tahun 2023 di Aula GMIT Centre Sabu Raijua pada Jumat (20/10/2023)/ Dok. Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake menghadiri penutupan Sidang Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) tahun 2023 di Aula GMIT Centre Sabu Raijua pada Jumat (20/10/2023)/ Dok. Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Sidang Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) tahun 2023 resmi ditutup di Aula GMIT Centre Sabu Raijua pada Jumat (20/10/2023).


Ketua Panitia Sidang Sinode GMIT 2023, Septianus Bule Logo menjelaskan Kegiatan tersebut berlangsung selama 10 hari, sejak 11 Oktober lalu. 

Terdapat sejumlah agenda penting dalam Sidang Sinode GMIT tahun 2023. Itu antara lain; sidang paripurna, ceramah, sidang penyampaian laporan pertanggungjawaban, sidang komisi-komisi, ibadah harian, ibadah penyegaran iman dan kebaktian minggu, lokakarya, forum grup diskusi, dan pemilihan anggota majelis sinode GMIT periode 2024- 2027.

"Peserta Sidang Sinode GMIT ke-XXXV sebanyak 503 orang yang terdiri dari Majelis Harian Sinode GMIT berjumlah 9 orang, Para Ketua dan utusan klasis berjumlah 424 orang, panitia pendukung 70 orang dan termasuk tamu-tamu yang datang secara bertahap hingga akhir sidang," jelas Septianus. 

Diketahui, Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake hadir dalam penutupan sidang sinode tersebut. 

Dalam sambutannya, Ayodhia menyampaikan atas nama pribadi, pemerintah dan seluruh masyarakat NTT, ia mengucapkan terima kasih kepada majelis sinode GMIT yang telah menyelenggarakan Persidangan Sinode XXXV di tahun 2023.

"Semoga pelaksanaan sidang sinode yang bertepatan dengan Perayaan Bulan Keluarga ini semakin mempererat relasi kekeluargaan dan persaudaraan di antara para gembala dan jemaat maupun antarsesama jemaat," harap dia.

Ayodhia mengatakan, pada sidang ini tentu saja para peserta telah berdiskusi dan bermusyawarah untuk mengevaluasi berbagai capaian program yang telah dilakukan, serta menyusun dan menetapkan program kerja untuk masa pelayanan selama 4 (empat) tahun ke depan. 

Ia pun meyakini dalam berbagai tahapan persidangan, para peserta telah melihat berbagai tantangan, peluang  dan kekuatan  yang dapat menjadi pijakan bagi Sinode GMIT untuk semakin meningkatkan pelayananannya ke depan. 

Ayodhia menambahkan, dengan mengangkat tema “Lakukan Keadilan, Cintai Kesetiaan, dan Hidup Rendah Hati di Hadapan Allah” tentu memperlihatkan komitmen teguh dari GMIT untuk terus memberikan kontribusi dalam pembangunan peradaban masyarakat NTT melalui bidang kerohanian, pemberdayaan ekonomi jemaat, pendidikan dan bidang-bidang lainnya. 

Dalam persidangan ini, lanjut dia, peserta sidang juga telah memilih pengurus baru untuk menggembalai seluruh jemaat GMIT selama empat tahun ke depan. 

"Saya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada ketua dan pengurus Majelis Sinode GMIT periode 2020-2023 yang telah mendedikasikan dirinya secara tulus dalam pelayanan yang mulia ini serta menjalin kerja sama yang harmonis dengan pemerintah daerah," ujar Ayodhia.