Hutan Mangrove Pantai Utara Atapupu Tawarkan Sensasi Unik, Pemkab Belu Segera Poles Jadi Tempat Pariwisata

Bupati Belu, Taolin Agustinus optimistis terhadap dampak positif di balik inisiatif pariwisata ini untuk ekonomi dan lingkungan lokal.
Bupati Belu Taolin Agustinus datang ke lokasi hutan mangrove pantai utara Atapupu Desa Jenilu bersama Wakil Bupati Belu Dr. Aloysius Haleserens, Dandim 1605/Belu Letkol Arh Suhardi, Komandan Pos Angkatan Laut Atapupu Letda Laut Umar Sabat, Kadis Pariwisata Kabupaten Belu, Kepala Bank NTT Cabang Atambua, Direktur Belu Bhakti, Plt. Camat Kakuluk Mesak dan Kepala Desa Jenilu/Prokopim.belukab.go.id
Bupati Belu Taolin Agustinus datang ke lokasi hutan mangrove pantai utara Atapupu Desa Jenilu bersama Wakil Bupati Belu Dr. Aloysius Haleserens, Dandim 1605/Belu Letkol Arh Suhardi, Komandan Pos Angkatan Laut Atapupu Letda Laut Umar Sabat, Kadis Pariwisata Kabupaten Belu, Kepala Bank NTT Cabang Atambua, Direktur Belu Bhakti, Plt. Camat Kakuluk Mesak dan Kepala Desa Jenilu/Prokopim.belukab.go.id

Hutan Mangrove Pantai Utara Atapupu, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu menawarkan pengalaman unik dan memamerkan keanekaragaman hayati ekosistem pantai.


Bupati Belu, Taolin Agustinus optimistis terhadap dampak positif di balik inisiatif pariwisata ini untuk ekonomi dan lingkungan lokal.

Agustinus mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belu berniat menata kembali tempat wisata mangrove yang berlokasi di Desa Jenilu itu untuk menjadi tempat wisata yang lebih indah dan nyaman untuk dikunjungi.

“Hari ini kita datang melihat lokasi mangrove untuk kita kembangkan menjadi tempat wisata. Penataan lokasi ini akan kita diskusikan bersama Angkatan Laut khususnya Pos Angkatan Laut Atapupu. Tadi kita sudah melihat, dari arah jalan masuk kita akan bangun jembatan, termasuk beberapa spot yang akan dijadikan sebagai tempat pemancingan atau tempat untuk bersantai-santai,” katanya di sela-sela peninjauan lokasi hutan mangrove di Desa Jenilu, Jumat (02/02/2024). 

Bupati Agustinus pun mengingat pentingnya mangrove dalam kehidupan. Kata dia, kosistem mangrove harus dikelola dan digunakan secara bijak dan berkelanjutan, sehingga masyarakat merasa memiliki dan dapat mengambil manfaat ekonomi, lingkungan dan sosial dari hutan mangrove itu sendiri.

“Lokasi hutan mangrove sangat baik untuk dikembangkan dan sebagai salah satu potensi, kita perlu menjaga dan mengembangkan tanpa merusak hutan mangrove, sehingga para pengunjung tertarik untuk mampir disini,” ujarnya.

Bupati Agus Taolin mengaku, Pemerintah Kabupaten Belu tidak bekerja sendiri dalam rencana pengembangan lokasi wisata mangrove di Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak.

“Kita akan menggandeng dan berkolaborasi dengan pihak lain agar rencana pengembangan lokasi wisata ini dapat berjalan sesuai rencana, sehingga diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di sekitar lokasi wisata. Mudah-mudahan rencana ini segera terealisasi,” ucap Bupati Belu.

Ia berharap agar kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Bank NTT, dan Pos Angkatan Laut Atapupu dapat menghadirkan lokasi wisata yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM di daerah ini.

“Kita akan bersama-sama kembangkan lokasi ini menjadi tempat wisata, sehingga masyarakat sepanjang pesisir pantai utara ini ikut merasakan manfaat adanya pertumbuhan ekonomi untuk peningkatan pendapatan ekonomi keluarga,” terang Bupati Agus Taolin.

Komandan Pos Angkatan Laut Atapupu, Letda Laut Umar Sabat mengaku untuk kepentingan masyarakat pesisir pantai utara, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pimpinannya di Kupang terkait rencana kerja sama pengembangan wisata mangrove di Desa Jenilu.

“Kita akan lihat dan kaji bersama untuk dibangun, kemudian baru kita tambah lokasi pancing. Semoga nantinya, destinasi wisata mangrove ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata dari negara tetangga Timor Leste,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hutan mangrove pantai utara ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, apalagi posisinya strategis berada di pintu perbatasan RI-RDTL.

Selain memiliki pemandangan yang indah, hutan mangrove ini juga memiliki fungsi penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Pimpinan kami di Kupang datang dan melihat lokasi ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai tempat wisata yang bisa menarik wisatawan dari negara tetangga,” ujar Letda Laut Umar Sabat.