Amankan TPS Pemilu 2024, Kapolda NTT Terjunkan 414 Personel

Silitonga menegaskan, peran aparat kepolisian yakni memastikan setiap warga negara dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman, damai, dan tanpa intimidasi.
Kapolda NTT Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga saat memberikan keterangan kepada wartawan di halaman Polda NTT pada Senin (5/2/2024)/Foto: Dok. Polisi/HO
Kapolda NTT Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga saat memberikan keterangan kepada wartawan di halaman Polda NTT pada Senin (5/2/2024)/Foto: Dok. Polisi/HO

Kapolda NTT Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga resmi mengirimkan personel BKO untuk pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pemilu 14 Februari 2024.


Dalam suasana penuh semangat, Kapolda Silitonga secara simbolis menyerahkan ransel BKO kepada anggota Brimob dan Samapta di halaman Polda NTT pada Senin (5/2/2024).

Hal ini sebagai tanda kesiapan menjelang pergeseran personel untuk pengamanan TPS di seluruh wilayah.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan data pemilu tahun 2019 yang menunjukkan 61 TPS di Provinsi NTT mengalami pemilihan ulang, menggarisbawahi kerawanan yang perlu diantisipasi seperti konflik politik, ketidaksetaraan akses informasi, dan tantangan geografis.

Dengan kuota TPS sebanyak 16.746 pada pemilu 2024, Polda NTT mengirimkan 414 personel ke Polres dan menyediakan power on hand sebanyak 97 personel ke sembilan Polres.

Silitonga menegaskan, peran aparat kepolisian yakni memastikan setiap warga negara dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman, damai, dan tanpa intimidasi.

"Pergeseran personel ini harus dilakukan dengan cermat dan terencana. Setiap anggota yang diperbantukan di wilayah baru harus memahami sepenuhnya tugas dan tanggung jawabnya," tegas Kapolda Silitonga, sambil menekankan pentingnya mendistribusikan anggaran tanpa potongan dan menjaga kesehatan anggota sebagai prioritas utama.

Dalam koordinasinya dengan unsur terkait seperti TNI, KPU, Bawaslu, dan instansi terkait lainnya, Kapolda Silitonga mengajak anggotanya untuk menjaga keamanan dengan waspada terhadap potensi ancaman.

Selama bertugas, anggota diminta untuk terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan satuan atas guna mendapatkan dukungan yang cepat dan efektif.

Kapolda Silitonga meminta anggotanya untuk menjaga netralitas dan profesionalitas.

"Identifikasi dan tangani potensi konflik dengan humanis. Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini, semoga kita semua dapat menjalankan tugas dengan baik dan memberikan kontribusi positif dalam menjamin suksesnya pemilu 2024 di Nusa Tenggara Timur," pungkasnya.