Pembangunan Hotel di Labuan Bajo Kian Bertambah Seiring Peningkatan Jumlah Kunjungan Wisatawan

Dengan bertambahnya jumlah hotel di Labuan Bajo, Bupati Edi mendorong peningkatan status Bandara Udara Komodo, dari Bandara Nasional menjadi Bandara Internasional.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, saat me-launching pembangunan Hotel Crowne Plaza Labuan Bajo di Labuan Bajo, Kamis (23/11/2023)
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, saat me-launching pembangunan Hotel Crowne Plaza Labuan Bajo di Labuan Bajo, Kamis (23/11/2023)

Pembangunan hotel di kota Labuan Bajo, kian bertambah seiring dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah pariwisata super premium itu.


Dengan demikian, maka status Bandara Udara Komodo diharapkan dapat meningkat, dari bandara nasional menjadi bandara internasional.

Demikian salah satu poin yang disampaikan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, saat me-launching pembangunan Hotel Crowne Plaza Labuan Bajo di Labuan Bajo, Kamis (23/11/2023).

“Kehadiran Hotel Crowne Plaza Labuan Bajo ini tentu membawa suka cita bagi pemerintah dan masyarakat Manggarai Barat. Itu berarti jumlah hotel berikut tingkat hunian akan bertambah,” ujar Bupati Edi.

Bertambahnya jumlah hotel itu, lanjut Bupati Edi, berjalan beriringan dengan jumlah kunjungan wisatawan yang kian hari kian meningkat.

Bagi Bupati Edi, Groundbreaking Crowne Plaza Labuan Bajo ini pertanda baik. Sebab wisatawan yang akan berkunjung ke Labuan Bajo, tidak lagi mengalami kesulitan terkait penginapan. Para wisatawan akan mendapat banyak pilihan tempat penginapan.

Terkait pembangunan hotel yang rencananya akan berlangsung selama 18 (delapan belas) bulan, Bupati Edi mengharapkan agar lebih cepat lebih baik.

Jika dalam pelaksanaan ada kesulitan, kata Bupati Edi, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat siap membantu, selama itu tidak menyalahi aturan.

Dengan bertambahnya jumlah hotel di Labuan Bajo, Bupati Edi mendorong peningkatan status Bandara Udara Komodo, dari Bandara Nasional menjadi Bandara Internasional.

Terkait perubahan status itu, terang Bupati Edi, saat ini prosesnya sedang berlangsung di Sekretariat Negara. Diharapkan Januari 2024 Bandara Udara Komodo sudah menjadi bandara internasional.

"Kita sudah siap, manakala status Bandara Udara Komodo jadi Bandara Internasional. Semoga bulan Januari 2024 harapan ini sudah bisa terwujud,” terang Bupati Edi.

Sementara itu, CEO MMS Land, Andre Chandra Biantoro saat launching mengatakan, cita awal MMS Land adalah untuk mendukung sektor pariwisata melalui pembangunan Crowne Plaza Labuan Bajo.

"Dengan prosesi groundbreaking hari ini, bukan sekadar penginapan. Crowne Plaza Labuan Bajo dicitakan untuk mengakomodasi tamu dengan pelayanan terbaik dan mengesankan. Terdapat 199 kamar dan fasilitas MICE yang akan menunjang berbagai acara, baik skala nasional dan internasional," ujarnya.

Kehadiran Crowne Plaza Labuan Bajo, lanjut Andre, memiliki tujuan strategis yakni sebagai dukungan bagi terwujudnya visi pemerintah dalam pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

MMS Land adalah sub-holding properti dan hospitality anak usaha dari MMS Group Indonesia. Unit bisnis MMS Land meliputi, Commodity Square (CSQ) sebuah gedung perkantoran di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, dua hotel di Bali yaitu Pullman Bali Legian Beach dan Rumah Luwih Bali.

Selain itu, MMS Land juga sedang membangun Perumahan Bukit Andara dan Kota Harapan Sukses, dua perumahan yang dikembangkan untuk mendukung rencana pemindahan IKN di Kalimantan Timur.

Hadir mendampingi Bupati Edi Endi saat ground breaking hotel Crowne Plaza Labuan Bajo, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat Adrianus Gunawan, Kepala UPBU Bandara Komodo,  Kepala Bagian Umum Setda, Agus Geong, Kepala Bagian Forkopim Teobaldus Landi Julita, dan Direktur PDAM Wae Mbeliling bersama Pimpinan dan mitra hotel Crowne Plaza Labuan Bajo.