Proyek SPAM Perpipaan Senilai Rp1,9 Miliar di Desa Rego Mubazir

Sumber itu mengaku, usai proyek dikerjakan ia melihat pihak kontraktor mengambil air menggunakan dump truck, untuk mengisi ke dalam bak penampung yang sudah dibangun.
Kondisi proyek pembangunan SPAM perpipaan di Desa Rego, Kecamatan Macang Pacar, Mabar
Kondisi proyek pembangunan SPAM perpipaan di Desa Rego, Kecamatan Macang Pacar, Mabar

Proyek program perpipaan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Kawasan, dan Permukiman Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) pada tahun 2021 diduga merugikan keuangan negara.


Hal itu terjadi karena proyek yang bernilai 1,9 miliar tersebut diduga tidak memenuhi asas manfaat untuk masyarakat Desa Rego, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat.

Saat ini proyek tersebut sudah rusak dan tidak digunakan lagi oleh masyarakat. Kondisi bak air yang dibangun untuk menampung air dari sumber mata air saat ini retak dan tidak dapat menampung air. Sementara jaringan pipa yang ada tidak mengalir air.

Salah satu masyarakat Desa Rego yang namanya enggan disebutkan mengatakan, masyarakat menyesal dengan pembangunan tersebut. Sebab, telah menghabiskan keuangan negera, namun tidak memberi manfaat bagi masyarakat.

"Kami menyesal dana negara yang dikucurkan yang sangat besar, tapi sama sekali tidak bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya.

Sumber itu mengaku, usai proyek dikerjakan ia melihat pihak kontraktor mengambil air menggunakan dump truck, untuk mengisi ke dalam bak penampung yang sudah dibangun.

Kepala Desa Rego Frans Hariawan mengatakan, saat ini warganya masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

"Sekarang ini tidak ada, macet total airnya, sejak desember 2022 sampai sekarang ini, bagaimana mau dimanfaatkan kalau airnya tidak jalan," jelas Frans Hariawan pada Kamis (7/12/2023).

Frans menilai proyek tersebut mubazir, karena tidak sampai pada asas manfaat bagi masyarakat.

"Bahwa sampai hari ini masyarakat saya masih alami kesulitan air di Rego, ya bisa di bilang itu mubasir sudah uang negara ini," bebernya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan awak media belum berhasil mengkonfirmasi Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Kawasan, dan Permukiman Kabupaten Manggarai Barat, Severinus Kurnia.