PMI dan Palang Merah Amerika Kolaborasi dalam Program Pertama

PMI terus berkomitmen membangun ketangguhan daerah dan masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Sekretaris Daerah Manggarai, Jahang Fansi Aldus, sedang memukul gong tanda dibukanya  workshop PMI di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, pada Selasa (21/11/2023)/Isno Baco- Rmolntt.id
Sekretaris Daerah Manggarai, Jahang Fansi Aldus, sedang memukul gong tanda dibukanya workshop PMI di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, pada Selasa (21/11/2023)/Isno Baco- Rmolntt.id

Palang Merah Indonesia (PMI) dan Palang Merah Amerika (Amcross) dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat (Pertama), khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan judul program Communities Ready to Act (CoRTA).


Pengurus Bidang Humas dan Hubungan Internasional PMI Pusat Niniek Kun Naryatie mengatakan, PMI terus berkomitmen membangun ketangguhan daerah dan masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Niniek menjelaskan, salah satu yang manjadi prioritas dari lokasi program ini adalah Kabupaten Manggarai. Proyek ini dilakukan sejak Januari 2021 dan akan berakhir pada Desember 2023.

Proyek CoRTA fase ke 3 merupakan kelanjutan proyek fase ke 2 dalam upayanya mitigasi pengurangan risiko bencana (PRB) berbasis masyarakat dengan mengadaptasi beberapa pendekatan, salah satunya adalah Nature based Solutions (NbS) atau bisa disebut solusi berbasis alam.

"NbS merupakan salah satu intervensi yang menjadi prioritas PMI dalam upaya mengatasi perubahan iklim, di mana kami mendorong seluruh PMI Kabupaten/Kota bisa memulai mitigasi hijau dan berbasis lingkungan," kata Niniek saat kegiatan workshop keterlibatan dan pengalaman PMI dalam upaya mitigasi hijau yang digelar di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (21/11/2023).

Lebih lanjut Niniek menerangkan, NbS dilakukan dalam upaya mengatasi kerusakan dan degradasi lingkungan.

Dalam pelaksanaanya, PMI dibantu oleh konsultan PKSPL IPB menangani perbaikan ekosistem melalui upaya konservasi tanaman-tanaman lokal yang berkontribusi pada peningkatan pengurangan risiko banjir dan abrasi di sepanjang daerah aliran sungai dan wilayah pesisir.

"Hasil akhir kegiatan ini adalah upaya-upaya konservasi yang dilakukan oleh komunitas dan masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai. Manggarai Mangrove Center (MMC) adalah salah satu upaya PMI terkait konservasi lingkungan," terang Niniek

Sementara itu, Sekretaris Daerah Manggarai, Jahang Fansi Aldus yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI Pusat, PMI Provinsi NTT, PMI Kabupaten Manggarai dan pihak dari Palang Merah Amerika (Amcross) yang sudah mendukung program kerja pemerintah.

Itu terutama dalam bidang penanggulangan bencana dan penguatan kapasitas masyarakat di wilayah Kabupaten Manggarai, khususnya di Kecamatan Reok.

Selain itu, dalam kegiatan workshop ini disampaikan berbagai pengalaman dan praktik praktik baik dari berbagai wilayah yang sudah sukses melaksanakan program mitigasi hijau PMI diantaranya oleh SIBAT dari PMI Batang, PMI Demak dan PMI Aceh Jaya

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tamu undangan dari IFRC, DFAT dan Forkopimda Kabupaten Manggarai dan stakeholder lainnya.