Dana Rp19 Miliar untuk Jalan Ruteng-Reo Tahun 2024 Diprioritaskan pada Titik Rawan Bencana Longsor

Djibrael menerangkan, untuk dana sebesar Rp19 miliar itu difungsikan untuk pembangunan bore pile pada dua titik jurang yang dianggap rawan longsor.
PPK 3.3 Jalan Nasional Ruteng-Reo, Djibrael Tuka Rohi
PPK 3.3 Jalan Nasional Ruteng-Reo, Djibrael Tuka Rohi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI) mengucurkan dana Rp19.925.380.00 [19 miliar] untuk preservasi jalan nasional Ruteng-Reo di Kabupaten Manggarai tahun 2024.


"Preservasi jalan Ruteng-Reo-Kedindi, pagu Rp19.925.380.00 dengan nilai kontrak Rp18.929.105.000, masa pelaksanaan 336 hari kerja," kata Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Jalan Nasional Ruteng Reo, Djibrael Tuka Rohi, Kamis (8/2/2024).

Ia mengatakan, setiap tahun pemerintah pusat menggelontarkan dana untuk penanganan jalan nasional Ruteng-Reo agar akses transportasi berjalan dengan aman dan lancar.

Pada tahun 2024 ini pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan dana sebesar Rp19 miliar untuk penanganan jalan nasional Ruteng-Reo sepanjang 63 kilometer.

Anggaran ini, kata dia, tentunya akan dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. Terutama menangani titik-titik jalan yang rawan terjadi gangguan lalu lintas yang disebabkan oleh bencana alam dan faktor lainnya.

Djibrael menerangkan, untuk dana sebesar Rp19 miliar itu difungsikan untuk pembangunan bore pile pada dua titik jurang yang dianggap rawan longsor. Sebab jalan Ruteng-Reo merupakan daerah rawan terhadap bencana longsor.

"Jadi ada dua titik yang akan kita bangun bore pile untuk pengamanan sehingga jalan tidak putus. Biasanya pengamanan jalan itu selain tebing dan jurang, namun kali ini kita utamakan pengamanan jurang karena kalau terjadi longsor pasti jalan putus, beda kalau longsor di tebing material tutup jalan kita bisa evakuasi," pungkasnya.

Selain pengerjaan bore pile itu, terang Djibrael, dari dana itu juga akan ada pekerjaan aspal dan tambal sulam aspal pada titik-titik badan jalan yang rusak dan berlubang, sehingga arus lalu lintas dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Diketahui, proyek jalan nasional Ruteng-Reo tahun 2024 dikerjakan oleh PT Floresco Aneka Indah selaku kontraktor pelaksana.