Meski Gaji Terlambat, ASN Flotim Tetap Kerja, Penjabat Bupati Beri Apresiasi

Keterlambatan tersebut menurut dia, terjadi akibat gangguan teknis pada sistem aplikasi.
Penjabat Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi saat memimpin Apel Senin Pertama dalam bulan Februari di halaman Kantor Bupati Flores Timur, Senin (5/2/2024)/Laman Prokompim Flores Timur
Penjabat Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi saat memimpin Apel Senin Pertama dalam bulan Februari di halaman Kantor Bupati Flores Timur, Senin (5/2/2024)/Laman Prokompim Flores Timur

Penjabat Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi mengakui ada keterlambatan pembayaran gaji untuk aparatur sipil negara (ASN) di Flores Timur.


Keterlambatan tersebut menurut dia, terjadi akibat gangguan teknis pada sistem aplikasi.

Namun begitu, ASN tetap bekerja dengan penuh pengabdian. Sebab itu, Alexander memberikan apresiasi kepada para ASN. 

"Saya berharap kejadian seperti ini (keterlambatan pembayaran gaji) tidak terjadi lagi pada bulan-bulan mendatang," harap Alexander dalam arahannya saat Apel Senin Pertama dalam bulan Februari di halaman Kantor Bupati Flores Timur, Senin (5/2/2024). 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN atau Non-ASN yang sama-sama dengan caranya masing-masing baik melalui tenaga, pikiran telah bersinergi dan bersatu padu membantu para korban bencana erupsi gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang dan Ilebura serta korban angin puting beliung di Desa Ile Padung, Kecamatan Lewolema.

“Menjadi harapan kita semua semoga mereka bisa kembali menjalankan kehidupan normal tanpa merasa takut lagi,” kata Alexander. 

Ia selanjutnya mengajak peserta apel untuk menyukseskan penyelenggaraan pemilu yang adil dan damai. 

Para ASN diimbau agar mengajak masyarakat menuju ke TPS untuk memberikan hak suara dan menjaga situasi yang kondusif selama pelaksanaan pemilu, sehingga pemilu serentak 2024 dapat berjalan dengan baik dan aman. 

Alexander juga mengingatkan para ASN untuk tetap menjaga netralitas dan tidak terlibat politik praktis yang dapat menimbulkan perpecahan dalam menghadapi pemilu yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2024 mendatang.